Rabu, 07 Agustus 2013

miss them soooo bad

wufff wufff i miss this moment, when we are still together in a same class.



Laporan Praktikum Biologi
“Respirasi Hewan”


Disusun oleh:
1.    Abdurrahman Samarqandy
2.    Ginanjar Abdau
3.    Istiqomah
4.    M. Lutfihas
5.    M. Sayid Kutub
6.    Yanita Rizky Indahsari


XI IPA 4
SMA NEGERI 7 CIREBON



Pernapasan Pada Hewan

1.      Tujuan
Memahami pernapasan pada serangga dan pengaruh berat tubuh serangga terhadap pemakaian oksigen.

2.      Dasar Teori
Pernapasan adalah pertukaran gas yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh. Hewan memiliki alat-alat pernapasan yang berbeda-beda. Mamalia, Reptilia, dan Amphibia memiliki saluran pernapasan berupa paru-paru. Cacing (Annelida) dan Amphibia memiliki kulit yang berfungsi juga sebagai tempat pertukaran gas. Ikan mengambil oksigen yang berada di lingkungannya (air) dengan menggunakan sistem insang. Sebagian besar Arthropoda, terutama serangga, telah memiliki sistem saluran pernapasan. Meskipun demikian, terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap mekanisme pernapasan yang dimiliki oleh setiap makhluk.
      Respirasi eksternal (bernapas) meliputi proses pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 serta uap air. Pernapasan merupakan pertukaran gas antara organism dan lingkungannya. Pernapasan internal (pernapasan selurel) terjadi didalam sel. Secara garis besar, pernapasan merupakan pemecahan glukosa dengan bantuan enzim-enzim untuk menghasilkan energi. Kelompok hewan darat yang termasuk Artropoda, misalnya serangga system pernapasan berupa system pembuluh trakea. Trakea merupakan pembuluh udara yang bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh udara yang halus ke seluruh bagian tubuh. System trakea tidak mengandalkan para peredaran mentranspor oksigen dari pertukaran gas di permukaan tubuh sel-sel tubuh, sehingga oksigen tidak diedarkan melalui darah. Pada sepanjang kedua sisi tubuh serangga terdapat lubang-lubang kecil disebut stigma, yang merupakan muara pembuluh-pembuluh trakea yang selalu terbuka. Jadi, udara keluar masuk melalui stigma sebagai lubang pernapasan.
      Serangga bernapas dengan menggunakan tabung udara yang disebut trakea. Udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang kecil setiap ruas-ruas tubuh yang disebut stigma atau spirakel. Udara dari spirakel melewati trakea, menujuke trakeol dan trakeolus. Trakeolus berukuran halus yaitu, 0,1 nano meter, ujungnyaa berbatasan dengan sel-sel tubuh, sehingga langsung terjadi difusi gas.
      Dengan adanya uraian tentang repirasi maka kami pun melakukan uji pratikum untuk melihat respirasi pada hewan.


3.      Alat dan Bahan
a.       Respirometer
b.      Timbangan
c.       Dua ekor serangga yang besarnya berbeda
d.      Kristal KOH/NaOH
e.       Eosin
f.       Plastisin (malam)
g.       Pipet tetes
h.      Pipa kaca berskala



4.      Cara kerja
a.       Susunlah respirometer
b.      Bungkuslah beberapa kristal KOHNaOH dengan kapas. Masukkan ke dalam tabung respirometer.
c.       Setelah ditimbang, masukkan belalang kecil ke dalam botol respirometer. Olesi sambungan pipa dan tutup botol dengan plastisin. Pastikan sambungan tersebut tidak bocor.
d.      Masukkan larutan eosin ke dalam pipa berskala dengan bantuan pipet tetes.
e.       Amatilah perubahan kedudukan eosin tiap  3 menit selama 15 menit.
f.       Lakukan hal yang sama pada belalang yang lebih besar.
g.       Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel berikut.

Tabel Hasil Pengamatan
No
Berat Tubuh Hewan
Skala Kedudukan Eosin pada menit ke ...

(gram)
1
2
3
4
5
1
        0,1

0,29
0,43
0,52
0,64
0,68
2
        0,2

0,26
0,32
0,36
0,44
0,45









5.         Pembahasan
1.      Kearah manakah tetesan eosin bergerak? Mengapa demikian?
Kearah tempat belalang dan jangkrik, karena seranggan tersebut membutuhkan O2 (oksigen)
2.      Berapakah volume gas yang digunakan oleh setiap serangga?
a.       Untuk belalang 0,1 gr = 0,68
b.      Untuk belalang 0,2 gr = 0,45
3.      Adakah pengaruh berat tubuh hewan terhadap pemakaian gas oleh serangga? Berapakah kebutuhan gas tiap gram berat tubuh hewan?
Ada, berikut penjelasannya:
a.       Untuk belalang 0,1 gr à 0,68/15mnt = 0,45 ml/gr
b.      Untuk belalang 0,2 gr à 0,45/15mnt = 0,15 ml/gr
4.      Apakah maksud pemberian kristal KOH/NaOH?
Sebagai katalis untuk mempercepat respirasi

6.      Kesimpulan
Berat suatu hewan dapat mempengaruhi kebutuhan gas O2. ml/gr

7.      Pertanyaan dan Jawaban
1.      Apakah hasil sesuai dengan teori?
Tidak, karena didalam teori disebutkan bahwa penambahan massa hewan maka bertambah pula kebutuhan gasnya. Di dalam penelitian kami, massa hewan yang lebih berat hanya sedikit kebutuhan gasnya (O2).
2.      Cari fungsi KOH/NaOH yang lain!
Sebagai pengikat CO2 agar serangga tidak menghirup CO2 yang dikeluarkan setelah bernafas. Kristal KOH/NaOH dapat mengikat CO2  karena bersifat hidroskopis
3.      Bahas hasil pengamatan dengan lengkap!
Sudah dibahas diatas
4.      Bagaimana kaitan berat tubuh dengan proses pernapasan hewan?
Semakin besar berat tubuh, semakin banyak pula kebutuhan gas O2  dalam proses respirasi dan semakin ringan berat tubuh, semakin sedikit pula kebutuhan gas O2 dalam proses respirasi.



8.      Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar